Bebersih-Beberes-Menata

Tanaman memang harus dipangkas agar terus tumbuh. Dengan setiap guntingan saya yakin membuang bagian yang telah mati dan memberikan ruang untuk pertumbuhan yang baru. Memangkas secara berkala tidak hanya baik untuk tanaman tetapi juga merupakan irama alami bagi diri kita sendiri. Membersihkan jamban, mengatur kertas-kertas pribadi, membuang potongan kertas dan membersihkan kolam adalah berbabagai bentuk pemangkasan. Saya tahu bila cuca semakin hangat, secara alami orang-orang akan membuat komitmen ulang untuk menjalani hidup yang lebih aktif dan sehat, dimulai dari memangkas bagian-bagian dari kehidupan mereka yang tidak lagi membuat mereka berkembang. Pemangkasan internal ini membantu Anda menemukan lagi potensi Anda yang tersembunyi untuk terus bertumbuh (Hale Sofia Schatz, Eat Right in a Modern Life)

Saya baru membaca lagi buku yang diberikan suami saya dulu waktu kita masih pacaran. Dari judulnya saja sudah saya tahu kalau itu sindiran untuk berat badan saya yang membuat saya menjadi sumon alias super montok saat itu. Setelah lama buku itu tertumpuk nganggur di bawah tumpukan diktat-diktat kuliah saya, akhirnya saya putuskan untuk membacanya lagi. Baru membaca pembukaannya, saya udah menemukan paragrap yang menarik dan sepertinya sesuai dengan kehidupan saya saat ini.

Pemangkasan dalam kehidupan. Sebagian besar yang dimaksud emak Hale dalam kata pemangkasan ini adalah bersih-bersihnya, ato beres-beresnyaato lebih kerennya itu penataan ulang. Bersih-bersih ataupun beres-beres menurut saya buka cuma untuk rumah atau keadaan yang kotor dan enggak karuan aja. Kadangkala, kehidupan manusia menurut saya sering ruwet seiring dengan waktu dan bersih-beres itu sangat diperlukan.

Saya masih ingat bagaimana saya harus memangkas bagian dari kehidupan saya yang membuat saya tidak berkembang. Saya merasa saya pernah bepengalaman terperosok dalam kebodohan saya untuk menangisi beberapa hal yang kalo saya pikir sekarang itu sangat lucu. Seandainya saja saat itu saya tidak memangkas pemikiran-pemikiran ‘aneh’ saya, tentunya saya masih jadi manusia yang sama yang seperti dulu.

Penataan pemikiran, penataan kehidupan, ataupun penataan hati saya kira mutlak dibutuhkan manusia. Sulit pertamanya, tapi saya yakin dengan semakin dewasanya pemikiran seseorang, maka makin cepat dan mudah penataan itu. Bahkan, kadangkala penataan itu terjadi secara otomatis karena pengalaman-pengalaman dalam hidup. Masih ingat betapa noraknya saya waktu saya ngefans sama sesosok cowok kelas sebelah kala masih SMP. Hedeeewwww… kalo inget saat itu, pengen rasanya masuk ke dalem sumur trus bertapa disana (sapa tau bisa jadi sakti). Semua kenorakan itu terjadi karena saya belum mampu menata hati saya. Kalo sekarang ya jangan ditanya bagaimana expert-nya saya. Apa bisa bayangin nasib saya kalo mas norak sama cowok seperti dulu. Bisa-bisa suami saya ngamuk 7 hari 7 malem. Hehehehe….

Yah, sebagai ibu rumah tangga memang harus banyak belajar soal menata-bebersih-beberes ini. Semoga saya menjadi ahli di bidang ini. Doakan saya yaaa…. (halah!)

About Rike Puspitasari Swasono

cewek yang cuma satu-satunya di dunia ini (berhubung ga ada kembarannya!). yang jelas suka banget nulis segala sesatu yang buatnya menarik(biar orang lain nganggep gak!).

Posted on 9 Desember 2011, in Just Share. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. inspiring…trmksh untuk ilmunya, mbak Rike..:)

  2. iya mbak, kita perlu selalu menata ulang hidup dan kehidupan kita menuju yg lebih baik yaa. mbak di awal perkenalan ini perkenankan saya memberi pr padamu..http://puteriamirillis.blogspot.com/2011/12/pr-sebelas.html#more

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: