Monthly Archives: November 2011

Jarum Suntik

Dari jaman SD sampai sekarang menikah, yang namanya jarum suntik dah jadi musuh utama buat saya. Bedanya waktu masih SD masih lebih berani daripada sekarang. Penyebabnya, tentu aja karena gengsi saya yang begitu besar.

Jaman sekolah, saya terkenal sebagai cewek yang tomboy (bahkan waktu SMP saya pernah dipanggil Ranma). Imej yang begitu melekat kuat sampai-sampai membuat saya berani menghadapi jarum suntik waktu imunisasi. Padahal dalam hati saya berteriak-teriak minta tolong. Jaman SMP-pun saya cukup terselamatkan sama muka dokter yang ganteng. Sekarang saya cukup menyesal waktu inget saat itu. Kenapa gak sekalian pura-pura pingsan biar bisa deket-deket agak lama ( sifat ababil yang kumat).

Puncaknya saya begitu dekat dengan jarum suntik ketika masa-masa kehamilan. Ketika usia kadungan saya memasuki trimester akhir, penyakit tipus datang untuk silaturahmi. Penyakit yang membuat saya benar-benar menyesal membeli tahu goring yang dijajakan di bis. Sudah enggak enak, mahal, bikin penyakit lagi. Penyakit ini membuat saya demam hingga harus menginap di Rumah Sakit.

Masih teringat ketika jarum inpus ready untuk dimasukkan ke pembuluh darah saya. Ada sekitar 5 orang yang menahan saya supaya tidak berontak termasuk diantaranya suami saya. Saya masih ingat ancaman yang membuat saya ‘sedikit’ tenang saat itu ketika salah seorang suster (yang bagian mengeksekusi jarum inpus ke saya) bilang, “Kalau ibu enggak bisa diam, saya terpaksa harus menusuk lagi kalau jarum ini enggak pas masuknya”. Saya tidak berontak, tapi saya teriak super keras. Saya sangat yakin kalau orang-orang di luar mengira saya sedang melahirkan.

Setiap hari saya harus menghadapi jarum, mulai dari antibiotik, sampai mengambil darah. Dan setiap hari saya harus teriak kesakitan. Ketika tipus itu semakin parah, saya terpaksa dilarikan ke rumah sakit yang lebih besar. Parahnya lagi saya harus masuk ke ruang intensip dan berhadapan dengan dokter muda yang masih tidak bisa mengambil darah. Dan itu pertama kalinya saya marah sama dokter. Untungnya saya segera dipindahkan ke ruangan lain.

Untuk penyakit tipus ini saya harus mengunjungi RS sampai 2 kali dalam 1 bulan. Kalau dihitung, separuh bulan saya Cuma mendekam di kamar RS untuk terkapar dan menerima suntikan. Begitu pulang, saya benar-benar bersumpah untuk membenci tahu yang dijual di bis.

Saya pikir siksaan jarum suntik berakhir disitu saja, tapi itu semua ternyata salah. Saya tetap harus menerima suntika ketika akan melahirkan Adara. Karena air ketuban saya yang merembes keluar, saya harus segera melahirkan Adara. Benar-benar tanpa persiapan. Bahkan dokter kandungan saya sudah merencanakan untuk operasi. Saya harus masuk RS Bersalin dan siap untuk menerima jarum-jarum menancap lagi. Untungnya saya bisa melahirkan normal dan tidak ada masalah sehingga saya bisa cepat keluar dari RSB.

Sekarang saya harus menghadapi jarum suntik setiap bulan. Bukan untuk menerima suntikan tapi melihat si kecil disuntik. Yang rasanya sama seperti saya yang disuntik waktu melihat si kecil imunisasi. Namanya juga ibu-ibu….

 

Re Tea Time

re lemon tea time

Selalu Denganmu

Nemu tulisan ini pas lagi bersih-bersih email yang udah ribuan. ini tulisan buat blog yang lama tapi masi enak buat di share di blog yang ini. catetan aja, ini tulisan dibuat tahun 2007. Masa-masa saya masi pacaran sama suami. hehehehe… sooo… loooongg… timee…..

“Kebahagiaan perempuan adalah bersama orang yang dicintainya.”

Aku baru baca buku lagi…OK…OK!! Ngaku deh, bukan buku tapi komik! Segitunya kalo gak percaya. Balik lagi, komik yang aku baca itu kumpulan cerita sama beberapa essai. Waktu pertama kali pinjam aku ngerasa aneh banget sama komik ini. Isinya cinta-cintaan mulu. Iya…ngaku lagi deh…ku juga suka sama komik-komik serial cantik. Tapi sudah lama banget aku gak baca komik-komik serial cantik. Selain gara-gara gak sempat, cowokku juga gak suka komik serial cantik (ku kan tukang nebeng baca komik!). Alhasil kalo ada kesempatan minjem, aku lebih cenderung cari serial cantik.

Kata-kata di atas itu yang aku temuin di dalam komik yang aku pinjem. Menurut aku, itu mengena banget terutama buat aku sendiri. Yup, aku termasuk cewek yang suka sama EVENT, sedang cowok aku nggak. Disaat aku pengen ngerayain setiap tanggal yang menurut aku penting, dia lebih banyak ”berenang” sama pekerjaan dia (aku pake kata ”berenang” bukan ”tenggelam” soalnya cowok aku pinter renang!). Bukannya aku cemburu sama kerjaannya, tapi aku pengen banget punya lebih banyak waktu cuma buat kita berdua aja. Emang kedengerannya egois banget, tapi setiap cewek pasti juga pengen kan! Polling aseli dari tiap cewek yang punya cowok, dan dia bener-bener sayang banget sama cowokknya pasti pengen bisa lama-lamaan sama cowoknya. Cranberries aja ngomong ”you have to let it LINGER!”

Semua itu balik lagi sama kata-kata di awal tadi, tapi menurut aku kata-kata itu sedikit terlalu ”vulgar”. Kenyataannya saat ini Pengadilan Agama banyak banget terima order perceraian dan beberapa diantaranya justru diakibatkan masalah selain kebersamaan, uang misalnya. Contoh aja, dalam suatu keluarga si suami gak mau kerja, jadinya istri yang harus kerja banting tulang sementara si suami males-malesan. Akhirnya si istri minta cerai gara-gara gak kuat sama kelakuan suaminya. Padahal, jelas banget kalo si suami sama-sama istrinya terus (lha gak ngapa-ngapain!). Lha trus gimana dung? Ya gak gimana-gimana juga, pada akhirnya kalimat itu jangan dipisah-pisah. Terutama bagian ”bersama orang yang dicintainya”

Yeah, love is blind babe! Kalo sampai terjadi perpisahan berarti cinta diantara pasangan itu sudah menurun, bahkan nol ataupun negative. Sama seperti hokum Gossen yang membahas tingkat kepuasan seseorang. MU atau Marginal Utillity seseorang akan selalu turun bahkan menjadi nol ataupun negative. Sedangkan Total Utillity akan mengalami kenaikan dan pada suatu titik jenuh dimana MU sama dengan nol maka TU tidak mengalami perubahan, dan pada saat MU negative maka TU akan mengalami penurunan. Kalau dilihat lagi dari kasus tadi, pasangan itu sudah sulit menemukan “cinta” itu lagi. Di sini si suami bukan lagi menjadi ”orang yang dicintai”istrinya lagi.

Karena itu, untuk menunjang kebahagiaan dari kalimat di atas, dibutuhkan kata-kata terakhir, DICINTAI – cinta. It’s real, love will make you happy, make you complete. Contoh konkrit, cinta pada pasangan, cinta pada keluarga, atau yang paling utama cinta sama Allah SWT. Tuhkan bener, kalau cinta itu “make you complete!”

Dan emang bener, aku bahagia sama-sama orang yang aku cintai. Dan aku selalu berharap dia juga gitu. Aku cuma berharap dan berusaha supaya cinta aku sama dia seperti kurva penawaran. Slope positif, selalu naik, minimal dia bakalan tetap berbentuk garis horisontal, dan nggak pernah turun. Soalnya aku pengen banget ngerasain bahagia itu terus. He9

sekarang, saya sudah nikah en bahkan sudah beranak pinak tapi tetep ja harus LDR. hehehehe… maklum, Dara masi 2 bulan jadi lom bisa diajak ke kota kerja bapaknya. semoga aja secepatnya bisa kesana. yah, bedanya kalo dulu berat gara-gara kesepian, kalo sekarang sudah agak gak kerasa gara-gara ada bidadari kecil yang satu ini. malah bapaknya yang bingung mau pulang aja…hahai…

Ketika Si Kecil Sakit

Banyak yang bilang, sebagai seorang newborn mother itu sedikit berat. Terutama dibagian begadangnya. Tapi, sebagai seorang newborn Momma, saya menemukan lagi hal yang lebih berat daripada begadang. Waktu anak tiba-tiba sakit. Secara, untuk begadang saya cukup terlatih. Paling tidak, masa-masa menyelesaikan skripsi sudah melatih saya untuk menjadi kelelawar. Tapi, kalau menghadapi anak sakit, bisa kuadrat-kuadrat paniknya.

Alkisah, Adara sayang yang usianya baru aja 2 bulan, sudah hampir sebulan ini mengalami yang namanya sulit BAB. Kalau BAB pasti ngedennya lama banget dan anaknya kelihatan kesakitan. Setelah browsing internet dan tanya sana-sini, hal itu katanya biasa dialami bayi. Toh, penampakan BAB-nya warnanya kuning bagus. Tapi beberapa minggu ini, si cantik semakin meningkat intensitas ‘ngeden’nya. Bahkan kadang dia sampai teriak gara-gara nggak kuat. Akhirnya, berangkatlah bapak ibu dan anak ini ke dokter anak.

Begitu diperiksa dokter langsung nanya apa ibunya mengkonsumsi jamu-jamuan. Gerak perilstatik di perut Adara dibilag nggak normal dan biasanya terjadi kalau Ibu-nya minum jamu-jamuan. Secara Dara ini ASI eklusif, jadi apa yang dimakan ibunya bakal pengaruh sama anaknya. Lha dari riwayat saya jadi manusia, saya bukan penghobi jamu. Jamu favorit saya beras kencur sama kunir asem. Itu aja sudah lama gak pernah minum lagi. Pemeriksaan hari itu berakhir dengan resep puyer yang gak ditebus sampai sekarang.

Eyang putri dari si bidadari kecil langsung menyarankan untuk ke dokter spesialis anak lain buat cari second opinion. Sampai mengantarkan juga ke dalam ruang periksa dokternya. Dokter yang kedua ini jauh lebih nyentrik. Orangnya sudah sepuh, sedikit gendut sama beralis tebal yang warnanya sudah mirip dengan rambutnya, bersembur putih a.k.a ubanan. Pengalaman masuk ke ruang periksa biasanya ditanyakan dulu apa keluhannya, tapi dokter yang satu ini sama sekali gak Tanya apa-apa. Begitu perawat selesai membuka baju Dara, dokter ini langsung nempel-nempelin stetoskopnya ke badan kecil Adara. Pakai acara dimiring-miringin segala yang bikini bunya ketir-ketir (siapa ibu yang gak ketir-ketir kalo anaknya diulet-ulet kayak gitu). Dan pertanyaan sama juga terluncur dari dokter ini. Apa ibunya minum jamu?

Semua jamu disebutin sama pak dokter yang satu ini. Sampai-sampai jenis jamu pelancar ASI juga, walaupun sudah dalam bentuk tablet. Dan jatuhnya, sama Minyak ikan Kod. Lansung disuruh stop! Begitu juga sama sari kurma. Dokter yang satu ini gak banyak omong begitu didebat, dia Cuma bilang, ya gak papa kalo mau anaknya masuk rumah sakit (yang langsung bikin saya sama eyang putri si kecil klakep diem).

Dan resep puyer-pun kali ini didapat lagi. Malah ada 2 macem lagi. Sekarang malah ada antibiotik sama obat untuk mencret. Memang antibiotik asal sesuai kebutuhan dengan indikasi yang tepat bisa diberikan agar kondisi bayi tidak bertambah parah. Tapi, bayi sekecil ini sudah minum antibiotik. Mak-nya ya rada ketar-ketir juga.

Pernah baca kalau antibiotik gak semuanya cukup aman diberikan untuk bayi. Jenis siprofloksasin misalnya, katanya bisa mempengaruhi pertumbuhan. Walaupun gak tau gimana mempengaruhinya, tapi tetep aja sebagai orang awam ngerasa ngeri juga.

Singkat kata Adara minum juga semua obat ini. Dan ngasih minum obatnya juga susaaahhh banget. Terutama yang antibiotic itu. Pasti rasanya paiiiiittt banget. Si kecil sampai kadang mau muntah gara-gara nggak kuat rasanya. Pertama kali ngasi obat, langsung nangis emak-nya gara-gara gak tega liatnya (dan si kecil tidur pules). Tapi semuanya sedikit terbayar, si kecil Adara sekarang sudah gak ngerasa kesakitan lagi waktu BAB. Lancar juga walau agak ngeden, tapi enggak sekeras biasanya. Waktu tidurnya juga sudah kembali normal kayak kebiasaannya dulu. Semoga sembuh terus ya nak…

Jadi para Mommy-Mommy sekalian, pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman yang satu ini adalah

1. Jangan pernah makan atau minum yang aneh-aneh kalau sedang menyusui! (ini kata pak dokter beralis tebal)

2. Perhatikan sekecil apapun perubahan pada si kecil.

3. Jangan ragu-ragu kalau meminumkan obat pada si kecil! Semakin lama semakin pait tauk! (yang terakhir ini sangat harus diperhatikan terutama untuk saia!)

WELCOME (bukan keset)

Selamat datang di blog ini. Emang c sekarang masi belum diapa-apain, tapi blog ini bakal jadi tempat Rike a.k.a ibu-nya Dara a.k.a Re buat berkeluh kesah, share ato semuanya yang pengin diomongin.

Ada yang pernah masuk ke relemontea.blogspot.com ato relemontea.wordpress.com? ya itu blog Re juga. bedanya, yang ini blog Re waktu sudah nikah, kalo yang 2 itu waktu masi ababil. hehehehe… Tapi, formatnya tetep sama kok. Insya Allah, tetep ada komik Re Lemon Tea-nya, malah disini bakl ada poto-poto Re sama semua orang yang sempat kejepret bareng ato ada di koleksi album poto Re.

Harapannya c semoga semua yang baca blog ini bakal kehibur. Jadi, selamat menikmati.